Jumat, 08 Mei 2009

Michael Moore



Nama lengkapnya adalah Michael Francis Moore. Ia dilahirkan pada 23 April 1954 di Flint, Michigan. Tubuhnya yang besar membuatnya dijuluki The Big Man. Ia belajar jurnalistik di University of Michigan-Flint dan menjadi penulis di surat kabar sekolahnya "The Michigan Times". Tahun 1989, setelah drop out dari universitasnya, ia mulai berkarir di bidang film. Film pertamanya Roger and Me meraih sukses besar dan membuatnya terkenal sebagai pembuat film dokumenter yang kontroversial. Film ini menceritakan secara jenaka bagaimana General Motors menhancurkan kehidupan masyarakat di Flint Michigan sebagai akibat penutupan pabrik General Motors yang disertasi dengan pemutusan hubungan kerja terhadap 30.000 orang masyarakat Flint. Roger and Me berhasil mendapatkan 11 penghargaan internasional baik di Amerika, Kanada, maupun Eropa. Moore sukses untuk film pertamanya. Film keduanya, Canadian Bacon dirilis tahun 1995. Film ini termasuk film fiksi, bercerita penurunan popularitas Presiden AS akibat penutupan industri pertahanan. Untuk mencegah penurunan ini semakin besar, ia berusaha membuat intrik dengan membuat rencana mengadakan perang dingin terhadap Kanada. Sayangnya, masyarakat tidak senang dengan ide Moore ini sehingga Canadian Bacon gagal dipasaran. Moore sampai-sampai merasa putus asa dan ingin pensiun dari dunia film. Moore mendapatkan oscar pertamanya untuk film Bowling for Columbine rilisan tahun 2002 sebagai film dokumenter terbaik. Selain itu juga mendapatkan 27 penghargaan dan 7 nominasi dari berbagai festival film di Amerika, Kanada, Eropa, Australia, bahkan di Amerika Selatan. Moore kembali ke khittahnya sebagai pembuat film dokumenter. Ia bertindak sebagai penulis, sutradara, produser dan aktornya sekaligus. Bowling for Columbine diangkat dari kisah Eric Harris dan Dylan Klebold, dua siswa Columbine High School yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal di Columbine High School. Moore beranggapan bahwa kemudahan kepemilikan senjata api oleh masyarakat AS dan tayangan kekerasan baik di televisi, film, maupun komputer menjadi faktor pendorong terjadi tragedi Columbine. Moore menggarapnya sesuai dengan alirannya, penuh wawancara dan konfrontasi dengan berbagai pihak. Kesuksesan Moore semakin memuncak pada saat ia merilis Fahrenheit 9/11 pada tahun 2004. Moore mengangkat kebijakan perang Presiden George W Bush terhadap terorisme dan liputan media terhadap kebijakan itu. Moore mengkritisi media Amerika yang tidak memberikan analisa yang obyektif dan akurat pada perang Iraq tahun 2003. Ia menuduh media Amerika bertindak seolah-olah menjadi pemandu sorak yang menyemangati invasi Amerika ke Iraq. Meski juga diragukan akurasi ceritanya, Moore bersikukuh bahwa ceritanya berasal dari narasumber yang relevan. Fahrenheit memperoleh Palme d'Or, penghargaan tertinggi dari Festival Film Cannes pada saat debutnya tahun 2004. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang diraih kembali oleh film dokumenter sejak tahun 1956. Hasil rilis film di Amerika tercatat mencapai US$120 juta (Januari 2005), sedangkan di seluruh dunia mencapai US$220 juta. Film ini tercatat sebagai film dokumenter terlaris di dunia

ditulis oleh wenan indiesof