Mengembangkan Konsep Cerita SkenarioSuatu cerita skenario tersusun atas
karakter, plot, dan tema. Menulis skenario
adalah menulis tentang karakter, plot, dan
tema itu sendiri. Pengembangan ketiga hal ini
menjadi pendukung untuk membuat cerita
yang ditulis menjadi kisah yang menarik atau
biasa saja.
Karakter merupakan tokoh-tokoh
yang terlibat dalam sebuah cerita. Biasanya,
suatu skenario menceritakan perjuangan
tokoh utama untuk mencapai tujuannya. Ia
akan dibantu tokoh pembantu yang
mendukung perjuangannya. Perjuangan
mereka tidaklah mudah sebab ada juga tokoh
penghambat yang tidak senang apabila tokoh
utama berhasil mencapai tujuannya.
Interaksi antartokoh dalam skenario
ditunjukkan dengan plot atau alur cerita. Plot
menunjukkan bagaimana satu peristiwa
dengan peristiwa lainnya saling berkaitan dan
diurutkan sehingga membentuk satu skenario
yang utuh menceritakan proses perjuangan
tokoh utama untuk mencapai tujuannya.
Urutan peristiwa ini kadang mudah dipahami
sebab berlangsung berurutan dari peristiwa
yang terjadi pertama kali dan kemudian
disambung dengan peristiwa lain yang terjadi
berikutnya. Kadang juga, urutan peristiwa ini
sulit dipahami karena skenario tidak
menceritakan urutan peristiwa ini secara urut,
akan tetapi melompat-lompat dari satu
peristiwa ke peristiwa yang lain.
Tema merupakan cerita perjuangan
itu sendiri.
Untuk menarik minat penonton,cerita yang sama, namun penonton masih
maka tema haruslah menggugah rasa ingin
tahu mereka. Banyak film memiliki tema
berminat melihat film-film tersebut karena
memiliki setting atau latar belakang cerita
yang berbeda. Latar belakang inilah yang
membuat suatu cerita itu unik dan berbeda
dengan cerita-cerita yang lain meskipun tema
bahkan judulnya sama.
Karakter dan tema menjadi bahan
utama dalam mengembangkan konsep cerita
skenario. Penulis skenario terlebih dahulu
harus bisa membuat konsep cerita yang akan
ditulisnya baru kemudian menentukan plot
untuk menuturkan ceritanya secara utuh.
Konsep cerita mestinya dapat
dituliskan dalam sebuah kalimat tunggal yang
menyebutkan siapa tokoh utama cerita dan
perjuangan yang ia lakukan untuk mencapai
tujuannya. Konsep cerita secara singkat dapat
dituliskan: Ini adalah cerita tentang (tokoh)
yang (perjuangannya). Apabila konsep cerita
ini diuraikan pada film Ada Apa Dengan
Cinta? (AADC), maka film AADC adalah
cerita tentang Cinta yang berusaha meraih
cintanya terhadap Rangga.
Untuk mengembangkan konsep
cerita, dapat digunakan bantuan pertanyaan
Bagaimana Jika (What If Question). Ada dua
pertanyaan yang mesti bisa dijawab: (1)
Bagaimana jika tokoh utama berhasil dalam
perjuangannya? (2) Bagaimana jika ternyata ia
gagal?
Ditulis oleh Wenan Setyo N