Glossary
(bacalah : terjemahan bebas sebagai
penjelasan singkat)
Teks biru: merupakan istilah atau penanda
dalam struktur cerita
Teks merah: merupakan contoh-contoh
kalimat sebagai kata pembuka pada setiap
babak, yang sering digunakan dalam bercerita
Begin: bagian awal dari cerita
Middle: bagian tengah cerita
End: bagian akhir cerita
Setup: proses pembentukan cerita. Pada
bagian ini, penonton dikenalkan dengan para
tokoh dan latar-belakang pribadinya, waktu
dan tempat terjadinya cerita, kondisi
dan situasi lingkungan pada saat cerita
berlangsung, dan masalah-masalah yang
akan dihadapi oleh tokoh utama.
Conflict: perjuangan tokoh utama untuk
menyelesaikan masalah-masalahnya.
Biasanya tokoh utama kemudian dihadapkan
pada peristiwa-peristiwa yang diluar
dugaannya sehingga membuat cerita menjadi
lebih menarik
Resolution: akhir dari cerita. Masalahmasalah
terselesaikan satu demi satu. Tokoh
utama dan tokoh-tokoh lainnya berada
dalam keadaan baru, bisa saja dalam keadaan
yang menyenangkan atau sebaliknya,
menyedihkan. Setiap tokoh mendapati dunia
barunya, yang berbeda dengan dunianya
semula di awal cerita.
Once upon a time: kata-kata klasik sebagai
penanda dimulainya cerita. Kata ini untuk
menunjukkan waktu terjadinya cerita. Dalam
bahasa Indonesia mungkin bisa disebut
dengan kata-kata: pada suatu ketika atau pada
jaman dahulu kala...
Hook: jebakan, kaitan. Bagian cerita untuk
membuat penonton 'terjebak' dengan
keinginan penulis skenario sehingga terus
mengikuti jalannya cerita.
Inciting incident(complication): provokasi,
peristiwa atau masalah yang menjadi
penggugah tokoh utama melakukan sesuatu
Call to action: tindakan yang harus dilakukan
oleh tokoh utama. Call to action berbeda
dengan inciting incident. Call to action lebih
menekankan pada kewajiban yang harus
dilakukan tokoh utama sesuai dengan
pekerjaan atau statusnya. Misalnya kewajiban
polisi untuk menangkap penjahat.
And then one day: disinilah titik awal mula
cerita berjalan
Plot point to enter: peristiwa penting yang
mengubah jalannya cerita (misalnya peristiwa
yang diharapkan berhasil, ternyata gagal,
karena terjadi peristiwa lain diluar perkiraan
tokoh utama.Peristiwa lain ini kemudian
berkembang menjadi satu cerita utuh dalam
skenario)
Ordinary world: dunia biasa, kehidupan
sehari-hari tokoh utama
Extraordinary world/story world: babak
berlangsungnya cerita, dimana peristiwa demi
peristiwa berlangsung menyampaikan cerita
penulis skenario, menuju terbentuknya dunia
yang baru.
Just when everthing was going so well: boleh
dibilang ini adalah titik balik kenyataan.
Ketika segalanya mulai berjalan
dengan lancar, tiba-tiba saja muncul masalah
yang harus dihadapi.
Mid point twist: terjadi perubahan jalan cerita
di pertengahan skenario. Perubahan ini untuk
mengejutkan penonton bahwa peristiwa yang
terjadi selanjutnya ternyata diluar perkiraan
penonton.
Low point: mendekati akhir cerita. Cerita
sudah tidak berkembang. Penontong tidak
lagi diajak untuk mereka-reka masalah apalagi
yang akan timbul. Peristiwa yang terjadi
selanjutnya merupakan upaya-upaya tokoh
utama untuk mencapai tujuannya. Pada tahap
ini, penulis skenario sepertinya memberi
'bocoran' kepada penonton tentang akhir
cerita.
When at the last minutes: pada detik-detik
terakhir
Ticking Clock: menghitung detik demi detik,
saat-saat kritis. Contohnya, penjinak bom
yang dihadapkan pada bom yang akan
meledak 60 detik kemudian.
Showdown: konfrontasi, terjadi peristiwaperistiwa
yang saling bertentangan atau tidak
diharapkan. Peristiwa ini harus dihadapi
dipecahkan oleh tokoh utama.
Growth: cerita mulai berkembang, dari cerita
yang sederhana menjadi cerita yang lebih
rumit dan kompleks
And everybody happily ever after: happy
ending, tokoh utama mendapatkan apa yang
diinginkannya sehingga cerita kehidupannya
berakhir bahagia
Sadder but wiser: mirip sad ending, tokoh
utama gagal meraih keinginannya tapi ia
menjadi lebih bijaksana. Kalau sad ending bisa
saja tokoh utamanya mati.
Dead: ending yang benar-benar tidak
menyenangkan, karena tokoh utama mati
pada akhir cerita.
yang harus dihadapi.
Mid point twist: terjadi perubahan jalan cerita
di pertengahan skenario. Perubahan ini untuk
mengejutkan penonton bahwa peristiwa yang
terjadi selanjutnya ternyata diluar perkiraan
penonton.
Low point: mendekati akhir cerita. Cerita
sudah tidak berkembang. Penontong tidak
lagi diajak untuk mereka-reka masalah apalagi
yang akan timbul. Peristiwa yang terjadi
selanjutnya merupakan upaya-upaya tokoh
utama untuk mencapai tujuannya. Pada tahap
ini, penulis skenario sepertinya memberi
'bocoran' kepada penonton tentang akhir
cerita.
When at the last minutes: pada detik-detik
terakhir
Ticking Clock: menghitung detik demi detik,
saat-saat kritis. Contohnya, penjinak bom
yang dihadapkan pada bom yang akan
meledak 60 detik kemudian.
Showdown: konfrontasi, terjadi peristiwaperistiwa
yang saling bertentangan atau tidak
diharapkan. Peristiwa ini harus dihadapi
dipecahkan oleh tokoh utama.
Growth: cerita mulai berkembang, dari cerita
yang sederhana menjadi cerita yang lebih
rumit dan kompleks
And everybody happily ever after: happy
ending, tokoh utama mendapatkan apa yang
diinginkannya sehingga cerita kehidupannya
berakhir bahagia
Sadder but wiser: mirip sad ending, tokoh
utama gagal meraih keinginannya tapi ia
menjadi lebih bijaksana. Kalau sad ending bisa
saja tokoh utamanya mati.
Dead: ending yang benar-benar tidak
menyenangkan, karena tokoh utama mati
pada akhir cerita.
Like a blind man wandering the earth: seperti
orang buta berjalan tanpa arah dan tujuan
yang jelas di muka bumi. Tokoh utama
menjadi gila, stress, tertekan, pokoknya
menyedihkan. Mungkin yang diharapkan oleh
penulis skenario adalah timbul rasa kasihan
terhadap tokoh utama.
Tragedy: mirip dengan like a blind man
sebelumnya. Tokoh utama gagal karena
kelemahan pribadi atau ketidakmampuannya
untuk mengatasi keadaan yang tidak
menyenangkan.
Catatan : Glossary ini mungkin tumpang
tindih, tapi itu wajar saja. Untuk memainkan
emosi penonton, penulis skenario membuat
tokoh utamanya selalu mendapatkan masalah.
Ketika satu masalah bisa diselesaikan, tibatiba
muncul masalah yang lainnya lagi.
Kejadian ini kemudian berulang-ulang
sepanjang cerita sampai mencapai klimaks
dan akhirnya cerita pun selesai.
orang buta berjalan tanpa arah dan tujuan
yang jelas di muka bumi. Tokoh utama
menjadi gila, stress, tertekan, pokoknya
menyedihkan. Mungkin yang diharapkan oleh
penulis skenario adalah timbul rasa kasihan
terhadap tokoh utama.
Tragedy: mirip dengan like a blind man
sebelumnya. Tokoh utama gagal karena
kelemahan pribadi atau ketidakmampuannya
untuk mengatasi keadaan yang tidak
menyenangkan.
Catatan : Glossary ini mungkin tumpang
tindih, tapi itu wajar saja. Untuk memainkan
emosi penonton, penulis skenario membuat
tokoh utamanya selalu mendapatkan masalah.
Ketika satu masalah bisa diselesaikan, tibatiba
muncul masalah yang lainnya lagi.
Kejadian ini kemudian berulang-ulang
sepanjang cerita sampai mencapai klimaks
dan akhirnya cerita pun selesai.
Ditulis oleh Wenan Setyo N
1 komentar:
Tulisan yang bagus. Kalo saya sih malah ga tau teori kaya gitu....
Posting Komentar